Kamis, 23 September 2010

Suspended Six Months

Cheat Point Blank - Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) menjatuhkan sanksi skorsing enam bulan kepada penyerang Carlos Vela dan Efrain Juarez dan denda kepada sebelas pemain lain. Sanksi ini dijatuhkan setelah pemain tersebut terbukti menggelar pesta usai mengalahkan Kolombia 1-0, dalam laga persahabatan, 7 Septemebr silam.

Point Blank - Sanksi Vela dan Juarez paling berat karena menurut FMF, keduanya melanggar empat peraturan timnas. Adapun, sebelas pemain lain dijatuhkan denda sebesar 50.000 peso atau sekitar Rp 35 juta.

"Carlos Vela dan Efrain Juarez diskors dari tim nasional selama enam bulan terhitung sejak tanggal (8 September 2010) karena mereka melanggar empat peraturan tim nasional," lata Direktur Timnas Meksiko, Nestor de la Torre.

Rabu, 01 September 2010

McEnroe untuk Azarenka ‎

Empire Heroes - Victoria Azarenka memastikan langkahnya ke babak kedua Amerika Serikat Terbuka. Unggulan kesepuluh asal Belarusia itu sempat kehilangan set kedua sebelum akhirnya menumbangkan petenis kualifikasi asal Rumania, Monica Niculescu, 6-0, 5-7, 6-1, Selasa (31/8).

Azarenka, yang belum pernah sekali pun memenangi grand slam, menyatakan kemenangannya kali ini tak lepas dari sosok bernama John McEnroe. Mantan petenis nomor satu dunia asal Amerika Serikat di awal 1980-an itu terlihat berlatih bersama Azarenka pada hari Sabtu lalu.

“John McEnroe sosok yang hebat, dia punya kepribadian yang mirip denganku,” kata Azarena. “Sangat menyenangkan berlatih bersama dia dan dia masih bermain tenis dengan baik, ia memotong bola dan melakukan forehand dengan pelintiran yang bagus. Itu adalah sebuah pengalaman yang luar biasa,” lanjut petenis berusia 21 tahun itu.

Azarenka menyatakan bahwa McEnroe, yang di masa jayanya berhasil mengumpulkan tujuh gelar grand slam, memberinya beberapa nasehat untuk bisa menang di AS Terbuka. “Dia mengatakan kepadaku beberapa hal cara menangani diriku sendiri dan dia juga mengatakan kapan saja bisa berlatih dengannya. Menurutku, aku akan mengambil kesempatan untuk itu lagi,” ujarnya.

Azarenka tampil dominan dengan tidak memberikan satu game pun pada Niculescu di set pertama. Tapi di set kedua, Azarenka tampil kedodoran sehingga Niculescu merebut set tersebut. Beruntung di set penentuan petenis dengan tinggi tubuh 180 senti meter itu berhasil mengembalikan permainannya. Ia hanya butuh waktu 31 menit untuk merebut set ketiga sekaligus memastikan langkahnya ke babak kedua. Keberhasilan mengembalikan permainan di set ketiga, kata Azarenka, tak lepas dari nasehat McEnroe.

“Jika kamu pernah melihat permainan McEnroe, dia tampak seperti akan kalah tetapi akhirnya hal itu tidak terjadi. Dia tetap fokus dan dia sangat sabar menyelesaikan pertandingan,” tutur Azarenka. “Seperti dia, kadang-kadang di lapangan aku juga dibuat frustrasi tetapi aku biasanya aku selalu mencoba mengembalikan permainanku lagi.”

Azarenka dan McEnroe dikabarkan telah berlatih dua kali. Sebelumnya, beberapa waktu lalu, mereka sudah saling kenal saat bermain di pertandingan eksebisi World Team Tennis yang digalang oleh Billie Jean King, mantan petenis nomor satu dunia pada dekade 1960-an.