Pembobolan Dana Nasabah BCA | Rekening Dana Nasabah BCA Di Bali, Bank Indonesia akan mempercepat kewajiban kepada perbankan untuk konversi kartu ATM menggunakan teknologi chip guna menekan tindak kejahatan pembobolan rekening nasabah seperti yang terjadi baru-baru ini.
Deputi Gubernur BI Budi Rochadi menyatakan pihaknya akan mempercepat migrasi kartu dari teknologi lama menggunakan kartu dengan pita magnetik (magnetic stripe) menjadi kartu chip. Semula, kebijakan itu masih belum diprioritaskan.
"Standar keamanan kartu ATM dan kartu kredit saat ini paling aman untuk pakai teknologi chip. Untuk kartu kredit sudah hampir semua bank menyelesaikan migrasi, ke depan akan dipercepat untuk dilanjutkan migrasi ke kartu ATM untuk migrasi menggunakan chip," jelasnya hari ini.
Budi menjelaskan untuk kartu kredit lebih dipriositaskan karena volumenya lebih besar dan upaya untuk memperbaiki sistem itu agak lama. Adapun, untuk kartu debit agak ketinggalan dan karena ada kejadian pencurian itu sehingga proses migrasi akan dipercepat.
"Prosesnya diserahkan kepada kalangan perbankan untuk membahasnya dan melakukan kesepakatan, misalnya BCA telah menyatakan akan secepatnya melakukan migrasi ke chip itu," katanya.
Budi menambahkan untuk menuntaskan pencurian dana nasabah via ATM itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Mabes POLRI yang telah menerjunkan tim ke lapangan.
Perbankan juga akan diimbau untuk memperketat pengamanan kartu ATM dengan menambah parameter pengamanan menjadi dua lapis bank selain PIN, juga menambah identitas personal nasabah lainnya.
Berdasarkan temuan lapangan, modus pembobolan pengaman dilakukan melalui dua tahap yakni proses skimming/taping berupa tindakan cloning untuk mencuri data di kartu ATM dan pengintipan personal identification number (PIN) melalui kamera yang dipasang di sekitar mesin ATM.
Deputi Gubernur BI Budi Rochadi menyatakan pihaknya akan mempercepat migrasi kartu dari teknologi lama menggunakan kartu dengan pita magnetik (magnetic stripe) menjadi kartu chip. Semula, kebijakan itu masih belum diprioritaskan.
"Standar keamanan kartu ATM dan kartu kredit saat ini paling aman untuk pakai teknologi chip. Untuk kartu kredit sudah hampir semua bank menyelesaikan migrasi, ke depan akan dipercepat untuk dilanjutkan migrasi ke kartu ATM untuk migrasi menggunakan chip," jelasnya hari ini.
Budi menjelaskan untuk kartu kredit lebih dipriositaskan karena volumenya lebih besar dan upaya untuk memperbaiki sistem itu agak lama. Adapun, untuk kartu debit agak ketinggalan dan karena ada kejadian pencurian itu sehingga proses migrasi akan dipercepat.
"Prosesnya diserahkan kepada kalangan perbankan untuk membahasnya dan melakukan kesepakatan, misalnya BCA telah menyatakan akan secepatnya melakukan migrasi ke chip itu," katanya.
Budi menambahkan untuk menuntaskan pencurian dana nasabah via ATM itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Mabes POLRI yang telah menerjunkan tim ke lapangan.
Perbankan juga akan diimbau untuk memperketat pengamanan kartu ATM dengan menambah parameter pengamanan menjadi dua lapis bank selain PIN, juga menambah identitas personal nasabah lainnya.
Berdasarkan temuan lapangan, modus pembobolan pengaman dilakukan melalui dua tahap yakni proses skimming/taping berupa tindakan cloning untuk mencuri data di kartu ATM dan pengintipan personal identification number (PIN) melalui kamera yang dipasang di sekitar mesin ATM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar