Sabtu, 03 April 2010

Obyek Wisata Karo ‎

Zodiak - KARO memiliki berbagai obyek wisata yang mempesona tetapi bila tidak dikelola secara profesional maka objek wisatanya hanya sebagai macan ompong yang kurang layak dijual. Karena itu infrastruktur seperti jalan menuju ke obyek wisata perlu dibenahi, baik itu jalan protokol maupun jalan-jalan desa.

Primbon Obyek wisata di Tanah Karo antara lain perkampungan Lingga yang merupakan objek wisata budaya dan sejarah. Perkampungan Lingga merupakan peninggalan raja-raja Karo yang kini menjadi desa tradisional yang memiliki rumah adat tradisional. Perkampungan Lingga ini bila dikelola secara baik bisa menjadi daya tarik tersendiri sehingga bisa mendatangkan wisatawan mancanegara.

Sebab wisman senang terhadap peninggalan budaya tradisional yang kian hari kian tak terurus. Karena itu peninggalan sejarah harus dipertahankan keberadaannya.

Selain itu ada obyek wisata Barusjahe yang merupakan objek wisata budaya yang dilestarikan secara turun temurun. Daerah ini adalah Desa Karo dengan rumah adat Karo seperti rumah yang terdapat di Desa Lingga. Penduduk yang ada di desa ini hidup sesuai dengan adat istiadat dan tradisi Karo. Karena itu bagi wisman senang sekali dengan kondisi desa tradisional yang terus dipertahankan keberadaannya.

Sedangkan Tongging yang terletak di ujung utara Danau Toba sekitar itu ada air terjun Sipiso Piso. Atraksi utama di sepanjang jalan ke Tongging adalah pemandangan alam karena jalannya yang melintas disepanjang dataran tinggi menghadap ke arah Danau Toba.

Dengan demikian kondisi alam yang mempesona merupakan warisan leluhur dari bumi yang bisa dibanggakan bagi masyarakat setempat sebagai obyek wisata, dengan pemandangan alam yang indah dan mempesona akan memberikan dampak positif untuk menikmati dalam perjalanan sehingga wisman betah sebelum sampai ke tempat tujuan.

Yang perlu diperbaiki a-dalah menata secara profesional dan secara apik sehingga Tongging bisa dijadikan objek wisata yang diunggulkan di Tanah Karo. Demikian juga dengan Danau Lau Kawar yang berlokasi di kaki Gunung Sinabung kira-kira 27 kilometer dari Kabanjahe.

Hutan yang ada di sekitar ini bisa dijadikan percikan percikan objek wisata selain ke Danau Lau Kawar. Obyek wisata ini belumlah populer sebab belum dipromosikan secara optimal. Padahal bila Danau Lau Kawar dipromosikan dengan gencar dan fasilitas di sana memadai, maka objek wisata Danau Lau Kawar tak kalah dengan objek wisata lainnya di Tanah Karo.

Desa tradisional juga terdapat di Peceran yang berdekatan dengan Brastagi juga tidak kalah dengan desa lainnya. Selain itu terdapat air terjun Sikulikap yang menarik sekali. Lokasinya kira-kira 50 Km dari Medan. Air terjun ini mempesona tetapi perlu diperbaiki lokasi menuju air terjun tersebut. Anak tangga menuju ke lokasi tersebut perlu diperbaiki agar tidak terperosok ke jurang.

Lokasi air terjun Sikulikap di atasnya terdapat tempat jualan jagung bakar dan rebus. Karena tempatnya strategis seharusnya bisa dimanfaatkan mendatangkan wisman lebih banyak lagi.

Sedangkan Lau Debuk Debuk yang terletak di kaki Gunung Sibayak merupakan tempat pemandian air panas. Airnya bisa dimanfaatkan untuk obat. Karena itu Lau Debuk Debuk menjadi tujuan wisata namun perlu dibenahi tempat pemandian dan tempat parkirnya. Sebab bila wisman datang dari luar Lau Debuk Debuk sangat ramai sekali.

Selain itu ada objek wisata air terjun Sipiso Piso yang juga bisa menjadi objek wisata andalan bila ditata secara profesional terutama tangga menuju ke bawah perlu dimonitor setiap hari agar anak tangga stabil dan bisa menikmati air terjun di bawah lembah yang dingin dan mengasyikkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar